Jemput Suara menilai bahwa usulan mengembalikan mekanisme Pilkada melalui DPRD merupakan ancaman serius bagi demokrasi lokal dan masa depan partisipasi politik pemuda. Pilkada langsung selama ini bukan sekadar prosedur elektoral, melainkan ruang paling nyata bagi anak muda untuk masuk dan belajar politik di tingkat lokal. Di tengah keterbatasan akses terhadap partai, logistik, dan jaringan elite, Pilkada langsung memberi peluang bagi generasi muda untuk berkompetisi melalui gagasan, rekam jejak komunitas, dan dukungan publik. Ketika mekanisme ini dihapus, yang hilang bukan hanya hak memilih, tetapi juga harapan politik bagi anak muda non-elite.
Pilkada tidak langsung akan menggeser kompetisi politik dari ruang publik ke ruang lobi tertutup. Adu gagasan dan dukungan warga digantikan oleh negosiasi kekuasaan antar-elite. Dalam sistem seperti ini, anak muda tanpa modal besar dan patron politik akan tersingkir bahkan sebelum kompetisi dimulai. Ini bertentangan dengan prinsip demokrasi yang seharusnya membuka akses seluas-luasnya bagi setiap warga negara, termasuk generasi muda, untuk dipilih dan memilih.
Kami menyoroti bahwa dihapusnya Pilkada langsung juga berarti mematikan jalur calon independen. Padahal, jalur ini selama ini menjadi alternatif penting bagi anak muda yang memilih berjuang di luar struktur partai politik. Penutupan akses ini tidak hanya mempersempit pilihan pemimpin bagi rakyat, tetapi juga melanggar semangat hak asasi manusia dan hak politik warga negara untuk berpartisipasi secara setara dalam pemerintahan.
Lebih jauh, dorongan perubahan sistem Pilkada dilakukan secara terburu-buru, dengan partisipasi publik yang minim, dan berpotensi mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi. Dalam proses legislasi semacam ini, suara anak muda sering kali menjadi yang paling terdampak namun paling jarang didengar. Demokrasi yang sehat tidak dibangun dengan menyingkirkan generasi penerusnya dari ruang pengambilan keputusan.
Bagi Jemput Suara, memperbaiki demokrasi lokal bukan berarti menghapus partisipasi rakyat, melainkan membenahi aktor dan institusinya. Solusi atas mahalnya ongkos politik dan maraknya politik uang bukan dengan menarik hak pilih warga, tetapi melalui reformasi menyeluruh dalam kerangka RUU Pemilu dan Pilkada. Demokrasi yang inklusif adalah demokrasi yang memastikan anak muda bukan sekadar penonton, melainkan aktor masa kini dalam menentukan arah politik Indonesia.
Atas dasar tersebut, Jemput Suara menyatakan sikap dan tuntutan sebagai berikut:
Jemput Suara adalah platform pemuda independen dan non-profit yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Kami berfokus pada penyerapan, pengumpulan, dan pemaduan suara pemuda Indonesia, sebagai upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam kebijakan publik yang inklusif. Melalui berbagai program, Jemput Suara menciptakan ruang belajar kritis yang menjembatani dialog antara pemerintah, partai politik, pemuda, dan masyarakat sipil.
Untuk informasi lebih lanjut,
hubungi: 0823-2205-7643
Jemput Suara © 2025
We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Marketing cookies are used to follow visitors to websites. The intention is to show ads that are relevant and engaging to the individual user.