Bagaimana arah demokrasi Indonesia setelah Pemilu 2024?
Di tengah kompleksitas agenda demokrasi pasca pemilu, partisipasi politik anak muda masih menjadi tantangan penting. Dominasi oligarki, apatisme politik, hingga tumpang tindih pelaksanaan pemilu nasional dan daerah jadi sorotan yang tak bisa diabaikan. Kini, putusan Mahkamah Konstitusi resmi memisahkan jadwal Pemilu Nasional dan Daerah mulai 2029. Apakah keputusan ini bisa memberi ruang bagi pemilih untuk lebih cermat, dan membuka jalan bagi partisipasi yang lebih bermakna?
Bersama:
π Iqbal Kholidin β Peneliti Perludem
π Rayhan Fasya Firdausi β Founder Jemput Suara
Kita bakal ngobrol soal putusan MK soal pemilu, dominasi oligarki, dan bagaimana anak muda bisa lebih terlibat dalam reformasi sistem politik kita.
π Minggu, 20 Juli 2025
π 19.30 WIB
π Live di Instagram @jemputsuara & @iqbal.tan
Karena partisipasi bermakna butuh ruang dan keberanian. Yuk hadir, nyalakan kesadaran!
#jemputsuara #perludem #reformasipemilu #demokrasi #sobatsuara
Jemput Suara adalah platform pemuda independen dan non-profit yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Kami berfokus pada penyerapan, pengumpulan, dan pemaduan suara pemuda Indonesia, sebagai upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam kebijakan publik yang inklusif. Melalui berbagai program, Jemput Suara menciptakan ruang belajar kritis yang menjembatani dialog antara pemerintah, partai politik, pemuda, dan masyarakat sipil.
Untuk informasi lebih lanjut,
hubungi: 0823-2205-7643
Jemput Suara Β© 2025
We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Marketing cookies are used to follow visitors to websites. The intention is to show ads that are relevant and engaging to the individual user.