Aspirasi Pemuda Indonesia untuk Daerah Istimewa Yogyakarta

Laporan ini bertujuan untuk memetakan aspirasi pemuda serta menilai tingkat kenyamanan tinggal dan kepuasan terhadap kinerja Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Studi ini menggunakan metode survei terbatas yang melibatkan 159 responden pemuda yang berdomisili di lima kabupaten/kota di DIY. Survei mengkaji enam indikator utama keresahan pemuda, yaitu kesejahteraan ekonomi dan ketenagakerjaan, keamanan dan ketertiban masyarakat, lingkungan hidup, akses terhadap perumahan dan lahan, ketimpangan pembangunan wilayah, serta diskriminasi sosial dan rasisme. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas pemuda menilai tingkat kenyamanan tinggal di DIY berada pada kategori menengah hingga tinggi, namun tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah daerah cenderung berada pada kategori moderat. Rendahnya upah minimum regional, fenomena klitih, dan krisis pengelolaan sampah muncul sebagai isu prioritas yang paling dirasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari pemuda, sementara isu struktural seperti ketimpangan pembangunan, tingginya harga tanah, dan rasisme diakui keberadaannya meskipun memiliki tingkat urgensi yang lebih rendah menurut responden. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara persepsi kenyamanan Yogyakarta sebagai ruang hidup dan realitas kebijakan publik yang dirasakan pemuda, serta menegaskan pentingnya integrasi aspirasi pemuda dalam perumusan kebijakan daerah yang lebih responsif dan inklusif.