Halo Sobat Suara! 👋
Di era KUHAP dan KUHP baru, apakah berekspresi di ruang digital masih aman?
Sejak awal 2026, perubahan hukum acara pidana kembali memunculkan pertanyaan besar soal relasi warga, aparat, dan ruang publik digital. Di tengah klaim reformasi hukum, muncul kegelisahan tentang potensi kriminalisasi ekspresi dan efek gentar bagi publik.
Lewat diskusi ini, Jemput Suara mengajak Sobat Suara untuk membaca isu ini secara kritis melalui:
🗣 Jemput Suara Talks #03
“Berekspresi di Era Hukum Acara Pidana dan Perdata Baru: Kebebasan Digital, Polisi, dan Ruang Publik”
📅 Sabtu, 21 Februari 2026
🕓 16.00 – selesai
💻 Zoom Meeting
🔗 bit.ly/DaftarJSTalks
Bersama Hestutomo Restu Kuncoro dari UPN “”Veteran”” Yogyakarta, Daniel Winarta dari LBH Jakarta, dan Tiara De Silvanita dari Youtz Media, kita akan membahas batas, risiko, dan masa depan kebebasan berekspresi di ruang digital.
Karena demokrasi juga hidup di keberanian untuk bersuara. ✊
#JemputSuara #JadiLebihBerisik #KebebasanBerekspresi #RuangPublikDigital
Jemput Suara adalah platform pemuda independen dan non-profit yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Kami berfokus pada penyerapan, pengumpulan, dan pemaduan suara pemuda Indonesia, sebagai upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam kebijakan publik yang inklusif. Melalui berbagai program, Jemput Suara menciptakan ruang belajar kritis yang menjembatani dialog antara pemerintah, partai politik, pemuda, dan masyarakat sipil.
Untuk informasi lebih lanjut,
hubungi: 0823-2205-7643
Jemput Suara © 2025
We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Marketing cookies are used to follow visitors to websites. The intention is to show ads that are relevant and engaging to the individual user.