Dari dulu Jogja dikenal sebagai kota pelajar. Kini, setelah UNESCO mengakui sumbu filosofi pada 2023, Jogja juga semakin kuat sebagai kota pariwisata. Dua identitas ini bisa berjalan beriringan, asal akses dan ruang bagi mahasiswa dan pemuda jadi prioritas.
Jogja adalah kawah candradimuka ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Banyak perguruan tinggi negeri dan swasta jadi magnet utama. Namun, geliat pariwisata yang masif—dengan bertumbuhnya kafe, penginapan, dan tempat hiburan—mengubah wajah kota, terutama di area-area yang dulu didominasi komunitas pelajar.
Keberadaan ruang terbuka yang memadai dan ruang belajar publik sangat penting untuk menjaga keseimbangan sosial dan edukasi. Ruang-ruang ini harus jadi insentif pembangunan kota, bukan hanya mengutamakan sektor ekonomi pariwisata yang cenderung komersial. Dengan akses ruang yang adil dan memadai, Jogja bisa tetap jadi kota pelajar sekaligus destinasi wisata kelas dunia, tanpa mengorbankan kebutuhan dasar mahasiswa dan pemuda sebagai generasi penerus.
Jemput Suara adalah platform pemuda independen dan non-profit yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945. Kami berfokus pada penyerapan, pengumpulan, dan pemaduan suara pemuda Indonesia, sebagai upaya memperkuat partisipasi generasi muda dalam kebijakan publik yang inklusif. Melalui berbagai program, Jemput Suara menciptakan ruang belajar kritis yang menjembatani dialog antara pemerintah, partai politik, pemuda, dan masyarakat sipil.
Untuk informasi lebih lanjut,
hubungi: 0823-2205-7643
Jemput Suara © 2025
We use cookies to improve your experience on our site. By using our site, you consent to cookies.
Manage your cookie preferences below:
Essential cookies enable basic functions and are necessary for the proper function of the website.
Statistics cookies collect information anonymously. This information helps us understand how visitors use our website.
Marketing cookies are used to follow visitors to websites. The intention is to show ads that are relevant and engaging to the individual user.